STOIKIOMETRI
Stoikiometri adalah suatu ilmu yang
mempelajari tentang suatu hasil reaksi dan hasil pereaksi dalam suatu reaksi
kimia.stoikiometri juga mempelajari beserta menghitung kuantitatif dari reaktan
dan dan produk dalam reaksi kimia.pada dasar nya stoikiometri berdasarkan pada
hukum hukum dasar kimia.ada beberapa hukum dasar kimia yaitu hukum kekekalan
massa,hukum perbandingan tetap,dan hukum perbandingan berganda.
PERHITUNGAN
STOIKIOMETRI
Pada abad ke -19 dilakukan suatu
penelitian terhadap terhadap sifat gas yang diakukan oleh seorang peneliti yang
berasal dari prancis yang bernama joseph louis gay lussac (1778-1850) pada
tahun 1808 dia melakukan sebuah percobaan untuk menentukan volume gas gas yang bereaksi.yang di
simpulkan oleh gay lussac pada temperatur dan tekanan sama perbandingan volume
dan gas gas yang bereaksi dan vulume hasil reaksi merupakan perbandingan suatu
bilangan bulat dan sederhana.penemuan gay lussac ini di kenal sebagai hukum
perbandingan volume.
A.MOL
Mol merupakan suatu sistem
internasional (SI).satuan ini didefinisikan sebagai jumlah zat yang mengandung
sejumlah pratikel resperensip.contoh nya atom,molekil,ion,elektron atau froton
yang sama dengan atom yang jumlah nya 12 gram karbon-12(12C).nomor atom ini
disebut dengan bilangan alvogadro,dengan nilai pendekatan 6.022140857x1023
mol-1 jadi:
1 mol karbon-12 mengandung 6.022x1023 atom
karbon-12
1 mol H2 O mengandung 6.022x1023 H2O molekul
1 mol NaCl mengandung rumus 6.022x1023 NaCl
Dalam kimia jumlah molekul per mol
dikenal sebagai bilangan alvogadro,yang dapat di definisikan sebagai massa satu
mol zat yang di nyatakan dalam gram sama dengan jumlah rata rata molekul
relatif zat.sebagi contoh jika rata rata massa molekul relatif air sekitar
18,015,maka jumlah satu mol air ini memiliki massa sekitar 18,0815
Atom juga memiliki massa yang
tetap.dalam tabel periodik adalah yang di timbang rata rata dengam massa isotof
nya terjadi secara alami.seperti besi yaitu contoh nya atom (Fe) memiliki massa
atom 55,85 amu, dan sulfur (S) memiliki massa atom 32.07 amu, den begutu
seterusnya.Hubungan antara massa satu atom dengan jumlah massa satu mol dari
atom atom itu adalah bahwa satu atom yang di ekspresikan secara numerik sama
dengan sama dengan unsur satu mol yang di nyatakan dalam gram.
B.MASSA MOLLAR
Massa molar adalah massa dari satu
mol dalam sebuah unsur atau senyawa kimia,satuan SI untuk setiap massa molar
adalah kologram,namun dalam setiap penulisan massa molar sering di tulis dengan
satuan gram per mol(g/mol) satuaan ini paling digunakaan dalam bidang kimia.
Massa
molar
Simbol
|
M
|
Satuan
SI
|
Kg/mol
|
Satuan
lainnya
|
g/mol
|
Dalam massa molar sangat berkaitan erat dengan
massa molar relatif(Mr) suatu senyawa yang berkaitan juga dengan berat atom
atom setandar penyusun senyawa tersebut.namu dalam hal ini massa molar tidak
boleh di samakan dengan molekul ,yang merupakan massa satu molekul yang tidak
berhubungan dengan dengan massa atom atau pun massa atom relatif.kadang kadang
satuan delton(Da) juga di gumakan dalam satuaan massa molar terutama dalam
bidang biokimia,dengan definisinya:1 Da=1.660 552(83)x10-27 kg.
C.MASSA ATOM RELATIF DAN MASSA
MOLEKUL RELATIF
Para ahli kimia
telah melakukan percobaan pada abad xx tentang massa suatu atom.
a.Massa atom relatif(Ar)
isotop karbon C-12 digunakan oleh
para ahli sebagai standar denggan massa atom relatif sebesar 12.dalam massa
atom relatifmenyatakan perbandingan massa rata rata satu ataom suatu unsur
terhadap 1/12 massa atom C-12 atau dapat di tuliskan 1 satuan massa atom
(amu)=1/2 massa satu atom c-12 Massa atom suatu atom relatif suatu unsur
(Ar).adalah bilangan yang menyatakan perbandingan satu massa atom unsur
tersebut dengan 1/12 massa satu atom C-12.
b.Massa molekul
relatif
molekul adalah gabungan beberapa
suatu unsur dengan perbandingan tertentu.beberapa unsur bergabung menjadi suatu
molekul atau senyawa .masa molekul unsur atau senyawa dinyatakan oleh massa
molekul (Mr).massa molekul relatif merupakan perbandingan massa molekul suatu
unsur atau suatu senyawa terhadap 1/12x massa atom C-12 yang dapat dinyatakan
dengan:
rumus pada unsur:
Mr(unsur)= massa molekul unsur /1/12xmassa atom karbon-12
D.VOLUME MOLAR
a.keadaan standar (stp)
Dalam senuawa gas memiliki jumlah
volume yang dapat berubah ubah.tentu saja sefat ini tidak sama dengan sifat
senyawa padat dan sifat senyawa cair.volume gas sangat terpengaruh terhadap
suhu,tekanan dan jumlah zat nya.volume molar gas adalah volume satu mol gas
pada kedaan standar yaitu (0 0C,1 atm) (76 cmHg) dan suhu 0 0C(273K).Dari keadaan diatas jika di masukan
kedalam gas ideal:
PV=Nrt
Keterangan:
P=Tekanan = 1 atm
V=volume =1 L
n=1mol gas
R=Tetapan gas = 0,082 L atm/mol
K
T=suhu 0 0c=273 k
V=(1 mol x 0,08205 L atm / mol k x273 k) 1 atm = 22,389 L = 22,4 L
Dalam ilmu kimia stp adalah keadaan standar untuk pengukuran agar dapat
di lakukan perbandingan data.nilai stp yang di berlaku secara internasional dan
telah di definisikan oleh IUPAC adalah dimana kondisi pada tekanan 100 Kpa (1
Bar) dan husu 273,15 k.
b.keadaan kamar (RTP)
Dalam pengukuran gas pada suhu 25 0C dan pada saaat tekanan 1 atm,keadaan ini
disebut dengan keadaan suhu kamar dan di nyatakan engan RTP(room temperature
and pressur).
Pv=nRT
Keterangan:
P:tekanan:atm
V:volume
gas:liter
n:jumlah mol:mol
R:tetapan
gas:0.082 L atm/mol k
T=0.0C:298 K
V=(n.R.T)/P
V=(1 mol x
0.08205 L atm /mol K x 298 K)/1 atm = 22,4 L
C.volume gas dalam keadaan tidak
standar
Volume gas dapat di katakan tidak
standar apabila di gunakan pada dua pendekatan
keadaan tertentu,pada suhu dan
tekanan di ketahui Volume gas yang terdapap pada suhu dan tekanan yang telah di
ketahui dapat kita hitung dengan menggunakan suatu persamaaan gas ideal.yatu
sebagai berikut:PV=Nrt untuk menentukan suatu volume gas
Hukum gas
ideal:PV:nRT
Dimana:p=tekanan
V=volume
R=0,08205 L atm/mol k
T=suhu mutlak gas
E.RUMUS EMPIRIS DAN MOLEKUL
Rumus kimia suatu senyawa yang menyatakan jumlah dan lambang unsur atom
yang menyusun suatu senyawa tampa menyebut senyawa twrsebut termasuk senyawa
ionik atau kovalen yang tebagin menjadi dua dua yaitu rumus empiris dan rumus
molekul
RE=rumus empiris
RM=rumus molekul
n=massa atom relatif (Ar)
1. Rumus empiris
Rumus empris adalah suatu rumus dalam ilmu
kimia yang menyarakan perbandingan jummlah ppaling kecil diantara atom atom
pembentuk senyawa.suatu formula empiris tidak meberikan gambaran yang mengenai
struktur,isomer atau jumlah atom atom nya.formula empiris ini dapat juga kita
ketahui sebagai standar bagi senyawa ion bagi CaCl2,dan makromolekul
SiO2.Empiris diistilahkan sebagai proses analaisis elemental,suatu teknik kimia
analitik yang di gunakan untuk menentukan komposisi unsur dari sutu zat
kimia.pembentukan senyawa yang terjadi misal nya pada Etana C2H4 maka rumus
empiris dari senyawa ini adalah CH2
Untuk mencari rumus empiris terlenih dahulu kita harus mencari massa
atau presentasi dari suatu unsur atom dalam senyawa,kemudian barulah di bagi
dengan massa atom relatif(Ar) dari setiap u nsur.artinya untuk mencari rumus
empiris yang perlu dicari adalah perbandingan mol dari setiap unsur dalam
senyawa tersebut.
2 Rumus molekul
Rumus molekul adalah rumus yabg berada dalam ilmu kimia yang yang
menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun suatu senyawa.dalam rumus
melokul untuk menentukan jenis serta menentukan jumlah suatu atom yang terdapat
di dalam suatu molekul suatu senyawa bisa dengan menuliskan lambang setiap
unsur yang terssusun di dalam molekul dan dan jumlah ataom yang tertulis di
sebalah lambang kimia unsur.cara untuk mengetahui rumus molekul kita harus
mengetahui massa molekul relatif terlebih dahulu.rumus molekul yang menyatakan
jenis dan jumlah atom suatu senyawa misal nya:(HCOOCH3
Struktur molekul dapat di gambarkan oleh rumus molekul,yang mana daei
rumus moleku yang dapat menunjukkan atom atom yang saling berkaitan.seperti
yang berada didalam molekul asam cuka di mana atom c dapaat mengikat 3 atom H
dan satu atom C berikutnya mengikat dan satu berikut nya dapat mengikat 2 atom
O dan 1 atom O dapat mengikat 1 atom H.
F.HUKUM STOIKIOMETRI
Dalam ilmu kimia hukum stoikiometi ada tiga
yaitu,hukum kekekalam massa,hukum perbandingan tetap,hukum perbandingan
ganda,seperto yang telah do jelaskan di atas.
A.Hukum kekekalan massa
Hukum kekekalan massa adalah hukum yang menggunakan hukum hukum fisika
hukum kekekalan massa,dimana dia mengemukakan baahwa massa reaktan itu sama dengan massa produk.dengan
itu maka stoikiometri di gunakan dengan tujuan untuk dapat mengumpulkan
informasi mengenai jumlah berbagai unsur yang di gunakan dalam suatu reaksi
kimia.
B.Hukum perbandingan tetapan
Hukum perbandingan tetapan adalah hukum yang menyatakan senyawa kimia
tersebut terdiri dari dua atau lebih suatu unsur yang selalu berisi proporsi
yang sama dari setiap unsur(senyawa satu jenis atom)dengan massa.
C.Hukum perbandingan berganda
Hukum perbandingan berganda adalah hukum dasar stoikiometri,disamping
hukum dengan perbandingan tetap.hukun ini juga sering di sebut dengan hukum
delton.dia akan di katakan hukum delton jika ada dua unsur yang dapat membentuk
lebih dari satu senyawa Mereka.maka rasio massa dari suatu unsur kedua yang
bergabung dengan massa tetap atas unsur pertama dan unsur kedua akan mempunyai
rasio sejumlah kecil dari keseluruhan.
PERMASALAH:
1.mengapa volume
suatu gas sangan bargantung pada suhu,tekanan,dan jumlah zat nya?
2.mengapa isotof
karbon yang harus digunakan sebagai
standar atom relatif,dan bukan isotof oksigen?
3.dilakukan suatu
percobaan dengan pembakaran sebuah kayu,dimana kayu yang telah terbakar ini
akan menghasil kan abu yang otomatis kita berpikir massa akan hilang.apa yang
menyebab kan massa pada kayu ini tidak hilang?
REPERENSI
Chang Raymond.2009.Kimia Dasar Edisi Ketiga Jilid I.Jakarta:erlangga.
Silberg,Martin S.2007.Principle of General Chemistry 1 st Edition.New Youk:Mcgraw Hill Company.
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-stoikiometri/
REPERENSI
Chang Raymond.2009.Kimia Dasar Edisi Ketiga Jilid I.Jakarta:erlangga.
Silberg,Martin S.2007.Principle of General Chemistry 1 st Edition.New Youk:Mcgraw Hill Company.
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-stoikiometri/
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete2. Karna karbon adalah unsur paling berlimpah ke 15 di kerak bumi karbon juga merupakan unsur non-logam dan bervalensi 4. Terdapat 3 macam isotop karbon yang ditemukan secara alami yaitu C-12, C-13 yang stabil dan C-14 yang bersifat radioaktif. Karbon C-12 adalah isotop unsur karbon yang jumlahnya paling banyak 98,89% dari semua karbon di alam dan memiliki 6 Proton, 6 neutron dan 6 elektron. Isotop ini merupakan salah satu isotop stabil.
DeleteSaya Wisliana (A1C118060) akan menjawab permasalahan no 3
ReplyDeletePada permasalahan no 3 tersebut berlaku hukum kekekalan massa
Hukum kekekalan Massa, yang berbunyi: ”Dalam suatu reaksi, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”, dengan kata lain massa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Artinya selama reaksi terjadi tidak ada atom-atom pereaksi dan hasil reaksi yang hilang
Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.
Hukum kekekalan massa dapat terlihat kalau kita membakar kayu misalnya kayu korek api. Berlaku juga hukum kekekalan massa. Memang setelah kayu terbakar akan menjadi abu. Namun yang perlu kita ketahui adalah bahwa selain abu, pada pembakaran kayu juga dihasilkan oksida karbon, asap dan uap air. Oksida carbon dan uap air tidak tampak oleh mata karena bermujud gas. Jika ditimbang ulang :
mk massa kayu + masa oksigen = masa abu + massa oksida karbon + massa uap air + massa asap.
Jadi, itulah yang menyebabkan massa kayu tidak hilang karena berlaku hukum kekekalan massa.
Terima kasih
Saya Kelantan (A1C118023) akan menjawab permasalahan no.1
ReplyDeleteVolume gas sangat bergantung pada tekanan, suhu dan jumlah zat dikarenakan hal ini berkaitan dengan hukum gas ideal. Pada gas ideal berlaku rumus PV=nRT. Jadi, dari rumus tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1. Semakin besar tekanan maka semakin kecil volume gas.
2. Semakin tinggi suhu dan semakin besar jumlah zat maka semakin besar volume gas.